Senin, 18 Maret 2013

TAHDZIR AL ALLAMAH ROBI' BIN HADI AL MADKHALY HAFIZHAHULLAH TERHADAP YAHYA AL HAJURY HADAHULLAH


kakii

Pada malam Rabu tanggal 1 Jumadil Ula 1434 antara Maghrib dan Isya’ Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly berbicara dalam rangka membela al-Haq dan orang-orang yang berpegang teguh dengannya. Beliau mentahdzir Al-Hajury dan para pengikutnya yang mengikuti manhaj Haddadiyah.
  1. Beliau berkata tentang pandangan beliau terhadap Al-Hajury: “Semua Salafiyyun sekarang ini menurutnya mubtadi’, mereka semua mubtadi’, para dai dan para ulama semuanya di bawah kedua kakinya.”
  2. Beliau berkata tentang pengikut Al-Hajury: “Datang kepada kami keluhan-keluhan dari segala penjuru dunia. Seseorang yang baru belajar dua atau tiga hari, sebulan atau dua bulan, dia pergi ke tempat yang jauh, ke Rusia (seraya mengatakan), “Ubaid, Ubaid dan Yahya, Yahya di langit dan Ubaid mubtadi.” Inilah dakwah mereka (di) Inggris, Sudan, Mesir, Turki, Kenya, Libya. Semua negara benar-benar penuh permusuhan terhadap salafiyyun dan dakwah salafiyyah.”
  3. Ketika ada seorang penuntut ilmu berkata kepada beliau (Asy-Syaikh Rabi’): “Wahai Syaikh, nasehatlah dia dan tulislah risalah kepadanya.”Beliau menjawab: “Saya telah menasehatinya, saya telah menasehatinya, saya telah menasehatinya secara langsung. Terkadang nasehat itu berlangsung sampai 2,5 jam, namun dia tidak mau mendengar. Dia berjanji (tidak mengulangi kesalahannya lagi) dan tidak menepati janji, baarakallahu fiikum. Sedangkan murid-muridnya adalah orang-orang yang ghuluw (keterlaluan dan melampaui batas), ghuluw yang tiada bandingannya. Yakni (dengan menggelarinya -pent) imamuts tsaqalain (imam jin dan manusia -pent) dan an-nashihul amin (penasehat yang terpercaya -pent), ghuluw, ghuluw dan ghulu
  4. Beliau juga berkata: “Tidak ada yang lebih sesat dari Yahya…”
  5. Beliau juga berkata: “Para pengikutnya terus mencabik-cabik dakwah di dunia ini.”
  6. Beliau juga berkata: “Kabarkan perkataan ini kepada Al-Hajury dan dia tahu bahwa saya berseberangan dengan tindak tanduknya.”
Transkrip dirangkum dari:
Bukti suara beliau bisa didownload di:
http://goo.gl/8kB5F  atau  http://goo.gl/Ki8nF  (369KB, volume sudah diperbaiki)
Sumber: http://ar.salafishare.com/Hi3 (1,44MB)
Dengan ini, ana Abu Hanun mengikuti fatwa Syaikh Robi' tersebut dan menyampaikan tahdzir ini sebagai peringatan kepada saudara-saudaraku. Tahdzir ini sekaligus meralat nasihat yang sangat berharga dari Al ‘Allamah al Muhaddits Rabi’ bin Hadi al Madkhali kepada anak-anaknya Salafiyyin di Yaman dan selainnya, tentang perselisihan yang terjadi antara dua syaikh: Yahya al Hajuri dan Abdurrahman al ‘Adani pada tanggal 17-4-1429 H (http://abuhanunpelalawanriau.blogspot.com/2013/02/nasihat-asy-syaikh-rabi-ibn-hadi-al_19.html).
Namun perlu diingat, untuk melaksanakan tahdzir tersebut maka kita harus berhati-hati serta harus menerapkan kaidah dan prinsip manhaj salaf sehingga tidak sembrono dan gampang menuduh seseorang yang awam sebagai Hajuriyun Haddadiyun apalagi sikap kita terhadap murid atau pengikut Al-Hajury yang telah tobat.
Manhaj salaf :
1. Jalan kebenaran hanya satu; Al Qur'an dan As Sunnah dengan pemahaman salafussholih.
2. Ilmu paling penting ; ilmu-ilmu Al Qur'an dan Al Hadits dengan penafsiran para sahabat dan tabi'in.
3. Berpegang dengan As Sunnah dan mencintai serta mengamalkannya dalam segi kehidupan jaminan keselamatan dunia dan akhirat.
4. Menjauhkan diri dari bid'ah, membencinya dan membersihkan ilmu dan amal dari kotoran bid'ah dan membenci ahlul bid'ah pagar melindungi sunnah dan pengamalannya.
5. Ahlul bid'ah; orang-orang yang menampakan sesuatu dalam agama yang tidak ada contoh dari orang sebelumnya melakukan hal itu dan tidak ada sandaran (dalil)nya. 
Ahlus sunnah; orang yang membela sunnah dan mengambil hukum sesuai dengannya dan berupaya melindunginya dari kerusakan.
Orang awam; mereka yang hanya mengikuti ulama mereka karena ulama mereka mewajibkan untuk mengikuti apa saja yang ditetapkan bagi mereka.
6. Mengkritik, menyalahkan dan membicarakan penyimpangan ulama ahlus sunnah harus dengan bimbingan ulama pula.
7. Mengambil ilmu dan riwayat dari ahlul bid'ah tugas para ulama dan bukan tugas orang awam atau orang yang baru belajar agama.
8. Mencintai atau membela atau memuliakan ahlul bid'ah adalah penyimpangan manhaj. 

Dapat disimpulkan bahwa ahlul bid’ah terdiri dari 2 golongan, yaitu:
a. Tokoh-tokoh yang membangun pola pikir bid’ah dan para ilmuwan yang membela bid’ah tersebut.
b. Orang awam yang membela bid’ah secara membabi buta tanpa melihat kebenaran. 
Terhadap golongan kedua ini harus disampaikan ilmu dan hujjah dengan sabar dan lengkap, barulah kemudian diyakini bahwa orang tersebut adalah ahlul bid’ah atau bukan. 

Kutipan nasehat Asy Syaikh Abu Abdillah Kholid Adh Dhohawi Adh Dhufairi-Kuwait: 
"Sungguh, kebenaran tidak diambil dari para tokoh, tetapi para tokoh itu yang diukur dengan kebenaran. Menghukumi suatu masalah dengan melihat kenyataan.... 
Kritikan yang terperinci lebih didahulukan dari pada pujian secara umum.... 
Orang yang mengetahui lebih didahulukan ucapannya dari pada yang tidak mengetahui....
Termasuk faktor utama terwujudnya persatuan adalah memutuskan sebab-sebab perpecahan. Dan termasuk dari sebab munculnya perpecahan adalah penyimpangan, kebid'ahan, dan fanatisme golongan....
Dengan ini barang siapa yang datang kepada kita dengan fanatisme golongan maka dialah yang menyebabkan perpecahan dan memecah belah salafiyyin. Sedangkan tahdzir dari salafiyyin dalam hal ini hukumnya wajib ! Bahkan tahdzir adalah termasuk sebab bersatunya manusia di atas kebenaran. Maka termasuk sebab terbentuknya persatuan adalah dengan mentahdzir orang-orang yang menyimpang dan mentahdzir ahlul bid'ah." Selesai. 


Artikel terkait: 
Waspadai Manhaj Haddadiyyah

3 komentar:

  1. Bismillah,
    akhi abu hanun, afwan, ana sarankan antum menghapus link maupun nama ustadz dan syaikh yang termasuk kelompok hajuriyun.
    supaya ummat tidak bingung.
    Baarakallahu fiik

    BalasHapus
  2. abu sholeh fauzan apta20 Mei 2013 21.14

    ittaqillah ya ahlal fitan

    BalasHapus
  3. Apakah Asy-Syaikh Rabi' memiliki hujjah (bukti) ???!!!

    Asal-usul fitnah Yaman adalah Asay-Syaikh Abdurrahman Al=Adniyy yang memiliki "masalah pribadi" dengan Asy-Syaikh Yahya Al-Hajuriyy, maka pantaskah perkataannya tentang Asy-Syaikh Yahya dipercaya ???!!!

    BalasHapus

Silahkan memberi komentar...